Skip to Content

Togel, Penyakit Sosial Di Tanah Papua

Togel, Penyakit Sosial Di Tanah Papua

Closed
by Juli 13, 2018 PENGETAHUAN

News Terpercaya – Toto Gelap atau Togel adalah taruhan undian dengan cara membeli kupon lotere yang nantinya akan diundi oleh penyelenggaranya.

Permainan togel ini sudah menjamur di kalangan orang Papua sekitar 15 tahun belakangan ini. Para pemainnya bakhan sudah mengalami kecanduan kronik, ibaratkan seperti pecandu narkotika. Di Papua permainan Togel pun bahkan seperti menjadi pekerjaan sampingan bahkan pekerjaan utama bagi siapa pun, dan dimanapun.

Penyakit Sosial Togel

Berdasarkan gejala kecanduan kronik yang terjadi pada semua penjudi togel, pola ini hampir serupa dengan proses adiksi di sel otak pada pecandu minuman alkohol. Zat adiktif pada Napza, juga adanya pola yang serupa pada para pencandu film pornografi.

Dikatakan penyakit sosial karena pada pemain togel terdistribusi dalam jumlah besar pada populasi masyarakat Papua. Dampaknya bisa mengakibatkan disfungsi sosial masyarakat, relasi keluarga, hingga pada bangsa dan negara.

Gambar terkait

ilustrasi

Warga Papua Paling Gemar Bermain Togel

Beberapa faktor dapat dijadikan sebagai landasan agar dapat memahami fakta dari mengapa orang papua paling gemar bermain togel, dan menjadi pihak terbanyak yang mengidap penyakit sosial.

  • Pemahaman Masyarakat Papua Minim
    Awalnya warga Papua tidak semuanya mengetahui apa itu permainan togel, bagaimana sistem permainannya, pengelola togel. Tapi karena sudah terdapat beberapa pemain togel yang setiap hari bermain dan perlahan-lahan permainan ini menyebar luas ke masyarakat.

    Disaat kecanduan bermain togel, pemain biasanya setiap hari akan membuat rumus togel yang tak masuk akal, bagaikan seorang profesor ahli.

  • Iman Dan Kepercayaan Masih Lemah
    Jika masyarakat Papua percaya akan Tuhan, pastinya tidak akan banyak warga Papua yang terus bermain permainan ini hingga menjadi kecanduan.
  • Kokohnya Mental Instanisme Akibat Transformasi
    Orang Papua semakin kuat mental instanisme karena mereka berfikiran, dengan cara bersantai uang bisa datang tanpa adanya kerja keras yang bisa menguras tenaga. Tradisi sosial-budaya mengajarkan kita harus bekerja keras untuk mencari sesuap nasi, kini sudah mulai ditinggalkan.

    Program pemerintah juga sebenarnya secara perlahan tanpa disadari sedang mengubah budaya dari masyarat Papua.

Previous
Next